Sabtu, 24 September 2011

Analisa Pelayanan Rumah Sakit di 3 Daerah : Bali, Wonogiri dan Bantul


Jurnal 1

v  Pengarang : I Nyoman Nurcaya
v  Judul : Analisis Pelayanan Rumah Sakit di Bali
v  Tema : Kriteria Pelayanan Rumah Sakit
v  Latar Belakang :
·         Fenomena : Kinerja organisasi pelayanan kesehatan biasanya menggunakan criteria pengukuran yang melibatkan ukuran internal dan eksternal. Ukuran criteria internal diukur meliputi efisiensi produk dan utilitas, dipertimbangkan dengan konstruk kualitas proses dan pelayanan. Sedangkan ukuran eksternal diukur melalui hal yang ada diluar organisasi, kriterianya dievaluasi dengan menggunakan data kondisi keuangan dan market share yang dikumpulkan dari pihak ketiga. Dengan kata lain, criteria kualitas eksternal difokuskan pada persepsi dan kepuasan konsumen dari produk atau jasa yang dihasilkan oleh pelayanan kesehatan.
·         Penelitian yang dijadikan Dasar : Pengukuran kinerja rumah sakit difokuskan pada kinerja eksternal (persepsi dan harapan konsumen) pada rumah sakit yang telah menerapkan sertifikasi ISO 9001 : 2000. Penerapan tersebut bertujuan untuk menstandarkan kinerja proses pelayanan kesehatan agar bertaraf Internasional. Dan hasilnya di Bali ada 6 rumah sakit dari 3 kota di Bali, ini menunjukkan bahwa manajemen rumah sakit di Bali telah memperhatikan kualitas layanan dengan baik.
·         Motivasi : Diharapkan menjadi refrensi tentang kualitas pelayanan sebagai ukuran kinerja dan dapat dimanfaatkan dalam pengambilan kebijakan tentang kualitas layanan rumah sakit.





v  Masalah : Mencari apakah ada kesenjangan antara kualitas pelayanan yang dipersepsikan 
                       dengan kualitas pelayanan yang diharapkan pasien rumah sakit. Dan variable
                       apa yang  harus diprioritaskan pada masing-masing rumah sakit.



v  Tujuan : Untuk mengetahui apakah ada kesenjangan antara kualitas pelayanan yang
                      dipersepsikan dengan kualitas pelayanan yang diharapkan pasien rumah sakit
                    . Dan mengidentifikasi variable yang harus diprioritaskan pada rumah sakit.






Jurnal 2
v  Judul : Analisis factor penentu tingkat kepuasan pasien di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bantul
v  Pengarang : Wijayanti Puji Lestari, Sunarto, Titik Kuntari
v  Tema : Faktor Penentu Kepuasan Pasien Rumah Sakit
v  Latar Belakang :
·         Fenomena : Berkembangnya jumlah rumah sakit di Jogjakarta menjadikan masyarakat Jogjakarta memiliki banyak pilihan untuk menentukan rumah sakit yang mereka pilih. Tumbuhnya persaingan antar rumah sakit yang semakin ketat dan tajam. Untuk itu rumah sakit harus mengetahui apa saja factor-faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan pasien.
·         Penelitian yang Dijadikan Dasar : Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien rawat inap, dengan criteria : pasien yang telah dirawat selama 3 hari, dapat berkomunikasi dengan baik, tidak ada gangguan jiwa dan bersedia sebagai responden dalam penelitian. Cara pemilihannya dengan melakukan sampel penelitian didasarkan pada metode probability sampling.
·         Motivasi : Menjadikan penelitian ini sebagai refrensi untuk mengetahui apa yang pasien butuhkan untuk memenuhi kepuasan mereka terhadap pelayanan yang diberikan.
v  Masalah : Banyaknya rumah sakit didaerah Jogjakarta,membuat rumah sakit PKU Muhammadiyah Bantul meningkatkan pelayanan terhadap pasien. Maka dari itu rumah sakit PKU Muhammadiyah Bantul harus memerhatikan factor-faktor penentu kepuasan pasien, yang berupa tangibles (aspek yang terlihat secara fisik), realibility (kemampuan untuk memiliki performa yang bias diandalkan dan akurat), responsive (kemauan untuk merespon keinginan), assurance (kemauan menimbulkan rasa percaya pada pasien), emphaty (kemauan untuk peduli terhadap pasien)
v  Tujuan : membuat rumah sakit PKU Muhammadiyah Bantul bias bersaing dengan rumah sakit didaerah Jogjakarta, dan bias memenuhi 5 faktor agar kepuasan pasien dapat tercapai

Jurnal 3
v  Judul : Analisa Kualitas Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Wonogiri
v  Tema : Menganalisa Kualitas Pelayanan Rumah Sakit Dengan Metode Fuzz Y-Servqual
v  Latar Belakang :
·         Fenomena : kualitas merupakan factor dasar yang dapat mempengaruhi pilihan konsumen untuk berbagai jenis jasa yang berkembang saat ini dan telah menjadi salah satu factor dalam keberhasilan dan pertumbuhan suatu organisasi.
·         Penelitian yang Dijadikan Dasar : penelitian ini didasarkan pada pengumpulan hasil dari penentuan sampel, penentuan gap, identifikasi variable, penyebaran kuisioner, fuzzifikasi nilai dan perhitungan nilai kualitas pelayanan
·         Motivasi : Dapat menjadi sebuah acuan apakah masih ada yang perlu ditambahkan dalam memuaskan pasien
v  Masalah : Dalam peningkatan pelayanan pihak rumah sakit belum melibatkan konsumen rumah sakit sehingga masih terdapat kekurangan-kekurangan
v  Tujuan : Agar upaya peningkatan pelayanan yang akan dilakukan dapat memenuhi harapan konsumen

Kesimpulan
Dari 3 rumah sakit tersebut terdapat kesamaan yaitu sama-sama ingin meningkatkan pelayanan terhadap pasien rawat jalan ataupun tidak. Perbedaannya terletak pada metode peningkatan pelayanan tersebut, di rumah sakit Bali menggunakan metode yang difokuskan pada kinerja eksternal pada rumah sakit yang telah menerapkan sertifikasi ISO 9001 : 2000. Sedangkan di rumah sakit di Bantul menggunakan metode wawancara dengan pasien rawat inap yang dirawat minimal 3 hari, dapat berkomunikasi dengan baik, tidak mempunyai gangguan jiwa, bersedia menjadi responden penelitian dan juga menggunakan metode probability sampling. Sedangkan di rumah sakit Wonogiri metode yang digunakan adalah pengumpulan hasil dari penentuan sampel, penentuan gap, identifikasi variable, penyebaran kuisioner, fuzzifikasi nilai dan perhitungan nilai kualitas pelayanan. Dari semua metode yang diterapkan masing – masing rumah sakit percaya bahwa metode tersebut dapat meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit.